Ini bukan sebuah ramalan yang dikaitkan tentang peradaban suku Maya inca yang menyebutkan kalau 2012 dunia akan hancur, ini juga bukan sebuah ucapan dari paranormal terkenal, ini adalah sebuah judul atas respon terhadap bangsa Indonesia akhir akhir ini.

Anda tentu ingat, dahulu ketika SD dalam buku atlas terdapat 7 keajaiban dunia, dan Borobudur masuk didalamnya, sekarang sudahkah anda sadar kalau borobudur sudah tidak masuk dalam 7 keajaiban dunia tersebut. Tahun 2007 kemarin, Dalam jajak pendapat secara global melalui telepon dan Internet yang berhasil menghimpun 100 juta suara itu akhirnya menelorkan daftar Tujuh Keajaiban Baru Dunia, meliputi : Kuil Chichen Itza (Yucatán, Mexico), Patung Jesus Sang Penebus (Rio de Janeiro, Brazil), Tembok Besar (Cina), Komunitas Machu Picchu (Cuzco, Perú), Kota kuno Petra (Jordania), Koloseum Romawi (Roma, Italia) dan Taj Mahal (Agra, India).

Jajak pendapat itu dilakukan oleh The New7Wonders Foundation yang di komandoi oleh Bernard Weber asal Swiss, seorang Penjelajah alam, pembuat film dan kurator museum

Kini hadir peluang lain. Yayasan yang sama kini membuka jajak pendapat melalui Internet dalam menentukan Tujuh Keajaiban Alam Baru Dunia. Tergerak untuk tidak mengulangi blunder yang sama dan tidak usah menunggu prakarsa pemerintah, mari kita menggalang kekuatan untuk memilih Indonesia masuk kedalam keajaiban baru tersebut

Komodo national park / Indonesia

Ayo bangkit bangsa Indonesia. Tunjukkan rasa patriotisme Anda. Kenali keindahan, keistimewaan dan manfaat kekayaan tanah air kita bagi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat dunia. Untuk itu, kini Anda dan kita semua memiliki kekuatan sendiri untuk mampu mengangkat tinggi-tinggi khasanah alam kebanggaan negeri tercinta ini untuk didaulat sebagai salah satu dari tujuh keajaiban alam yang baru. Beraksilah, sekarang juga dan sebarkanlah ajakan ini seluas-luasnya, termasuk mengirimkannya ke kolom surat pembaca di media massa cetak, radio, televisi dan Internet.

http://www.new7wonders.com/nature/en/vote_on_nominees/

masihkah pemerintah konsern terhadap hal hal “sepele” seperti ini, sedangkan Trowulan di obok – obok seperti itu. Baca Situs Trowulan Dirusak Sejak Zaman Belanda sampai Sekarang

sesudah batik, dkk yang diaku oleh negara tetangga, kemudian kekayaan alam Indonesia yang hilang dimata dunia, lalu perusakan situs situs bersejarah oleh kita sendiri…… apa namanya kalau bukan menghilangkan Indonesia dari dunia ini.